




Raisya Amalia Rahmawati (17) telah selesai mentasmi’kan hafalan 30 juz nya pada Rabu pagi, 21 Januari 2026. Selain guru dan para santri, keluarga dan jama’ah ummahat Masjid Al-Fath turut menyaksikan momen berharga itu.
Raisya mengaku belum pernah tasmi’ kelipatan di pondok sebelumnya. Namun beliau diberi kemudahan untuk tasmi’ 10 juz pada bulan pertama di Ma’had Tahfidz Al-Fath, tepatnya bulan Juli. Lalu tasmi’ 20 juz di bulan September. Adapun tasmi’ 30 juz ini beliau selesaikan dalam 17 jam dengan predikat jayyid jiddan.
Meski tergolong cepat, pencapaian ini tentu tidak didapatkan dengan instan. Teman-teman Raisya dan para ustadzah menjadi saksi keakraban Raisya dengan Qur’annnya. Ustadzah Dinda menceritakan bahwa Raisya tidak pernah bersantai meski punya banyak stok hafalan.
“Dan tentunya karena pertolongan Allah,” kata Ustadzah Dinda ketika menyampaikan kesan dan pesan. Beliau juga mengutip perkataan gurunya bahwa khataman sesungguhnya adalah keistiqamahan bersama Al-Qur’an.
Pencapaian ini juga tentunya tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua. Ibunda Raisya tak kuasa menahan tangis bahkan tak sanggup menyampaikan kesan dan pesan. Mewakili beliau, sang kakak menyampaikan rasa syukur kepada pihak pondok yang sudah memfasilitasi Raisya belajar sekaligus meminta doa untuk ayah Raisya yang berhalangan hadir karena sakit.
Selain bentuk syukur, acara ini digelar sebagai upaya menghidupkan syiar. Imam Nawawi dalam Kitab At-Tibyan menyebutkan bahwa dahulu para salafus shalih ketika khataman biasa mengundang keluarga, teman, dan tetangga untuk berdoa bersama.
Acara tersebut ditutup dengan kajian dan menyantap sajian. Meski berlangsung sederhana namun menghadirkan suasana yang mewah. Seluruh hadirin seolah merasakan hadits, “Apabila dikhatamkan Al-Qur’an maka turunlah Rahmat Allah.”