



Setelah subuh berjamaah dan dzikir pagi, seluruh santri dan asatidz Ma’had Tahfidz Al-Fath berkumpul untuk mendengarkan maklumat jelang libur semester.
Mudir Ma’had Tahfidz Al-Fath, Ustadz Salman Alfatih, mengimbau santri dan pengurus untuk bergotong royong dan memastikan pondok ditinggalkan dalam keadaaan bersih.
Selanjutnya beliau berpesan agar santri tidak hanya membawa pulang barang tapi juga amal shalih yang sudah menjadi kebiasaan di pondok.
“Liburan itu hanya pindah tempat. Murajaah, belajar, shalat, puasa, dan lain-lain harus tetap jalan ketika antum di rumah,” pesan beliau.
Nasihat ini dikuatkan oleh Ustadz Nizal. Beliau menyampaikan bahwa aturan pondok tidak hanya berlaku di pondok. Bahkan Ustadz Fauzan dan Ustadzah Hajijat mewajibkan santri murajaah serta bersedia mendampingi mereka selama liburan ini.
Para asatidz menyadari bahwa salah satu tantangan yang harus mereka hadapi ketika murajaah di rumah adalah gadget dan media sosial. Menyadari hal ini, Ustadzah Dinda menekankan kepada santri untuk menjaga diri dengan khauf (rasa takut) dan haya’ (malu) agar terhindar dari mudharat.
Sementara Ustadzah Laili, selaku koordinator lughowiyah, berharap santri dapat memanfaatkan gadget mereka untuk menambah mufrodat agar semester depan program lughowiyah bisa berjalan lebih efektif.


Adapun pencapaian selama satu semester ini, alhamdulillah sangat patut diapresiasi baik dari progres hafalan maupun hasil ujian. Sebagai motivasi, Ustadz Salman menutup majelis tersebut dengan mengumumkan dua nama yang terpilih sebagai santri terbaik yaitu Ahmad Rihan Septian dan Raisya Amalia Rahmawati.
(9 Desember 2025 – Penulis Ustadzah Qomariah)